Rabu, 15 Oktober 2014

Kopi yang tersisih

Dulu Kopi di kampung pekandangan adalah produk perkebunan unggulan 
namun sekarang Kopi mulai tersisih dengan hadirnya perkebunan Sawit yang kian semarak diminati oleh petani kampung pekandangan

Selasa, 14 Oktober 2014

Curup 7

 Curug Kali Pasir Kampung Pekandangan

selamat pagi kampung ku

Sejuk sekali pagi ini setelah semalam suntuk kampungku diguyur hujan.debu jalanan lenyap di lahap air hujan
sungai terisi kembali oleh air yang mengalir dari muka bumi walai belum mengalir dari mata air namun culup untuk mengaliri sungai yang beberapa bulan lalu hilang.
hari ini jadwal ku ke kantor sepulang dari kantor saya mau miting membahas pembuatan RPJM Kampung di tempat pak lurah di dusun 03 Way Kijang...........Selamat pagi Kampung ku ...Selamat pagi Indonesia ku........

Hujan

Dengan mengucap sukur allhamdulilah hari ini Selasa Tgl 14 Oktober 2014 pukul 17,30
Hujan turun mengguyur Kampung ku yang kurang lebih 3 Bulan tidak kunjung datang .tumbuhan menggoyang-goyangkan daunnya yang hari kemarin hampir gugur......Para petani tersenyum lega harapan tumbuh kembali kerisauan terhalau walau hanya sejenak......
namun mereka percaya hujan yang baru sekali dalam 3 bulan ini hanyalah untuk menghilangkan debu dan dahaga saja. mereka dengan serta merta menadahkan berbagai alat penampung air untuk kebutuhan MCK hari esok

Kondisi way seputih

PERBEDAAN  Way Seputih Dulu Dengan Way Seputih Yang Sekarang
Dulu………………………..Way Seputih ku
$             Bantarannya Rimbun  berbagai jenis pohon menghiasi bibirnya yang seksi
$             Airnya Bening sebening cintaku padanya
$             Arusnya Deras
$             Berbagai jenis ikannya banyak dapat menghidupi masyarakat di sekitarnya
$             Badannya Ramping
$             Bebatuan didalamnya tak Nampak bersembunyi di dalam air
$             Kalo banjir tidak lama langsung surut

               Sekarang……………………..Way Seputih
               @           Bantaranya terbuka tanpa pohon rindang bagaikan pria tanpa kumis
               @           Air sering keruh dan banyak kotoran yang hanyut
               @           Arusnya tak deras bagaikan orang yang lembek tak bertenaga
               @           Ikan-ikan sudah jarang,banyak ikan khasnya musnah tiada lagi
               @           Badan mu sekarang lebar bagai orang gembrot tak punya bodi
               @           Bebatuan Nampak menonjol di sana sini bagaikan jerawat dan bisul
               @           Klo banjir cukup besar deras dan lama,bagaikan orang nangis terlalu pilu

Oh Way seputih  aku rindu padamu   yang seperti dulu kau cantik menawan  bak perawan desa  yang suci  akankah bisakah  keadaan mu kembali seperti dulu atau akan lebih parah lagi?
 
ANALISIS PENYEBABNya
#             Bagian bantaran yang menyababkan rusak adalah karna Erosi tiada pohon akibat di tebang oleh
               tangan  jahil tak bertanggung jawab.
#             Air yang sering keruh karna lingkungan sudah tak peduli bahkan sering buang sampah ke Way
               Seputih
#             Arus yang tak deras karna airnya sedikit mata airnya hilang akibat pepohonan tiada lagi
#             Ikan yang hilang akibat kerakusan manusia di sekitarnya menangkapnya dengan cara tidak
               Ramah lingkungan seperti Potas/Racun dan Setrum…
#             Badan yang melebar penyebabnya pohon dan rumpun bambunya di tebang liar
#             Batu-batu yang kini begitu Nampak karna terkikis dan airnya surut

Wahai Saudara ku,Teman ku,Dan kalian yang peduli mari kira jaga dan perbaiki keadaan Way Seputih kita,
Mungkin jika Way seputih Bisa menjerit ia telah lebih dari menjerit………………mari kita lestarikan alam dan lingkungan demi generasi sekarang dan mendatang
Kita adalah penerima waris alam dan lingkungan ini dari generasi terdahulu  dan  kita  akan mewariskanya kembali kepada generasi Berikutnya,maka jika kita tidak bisa merawat warisan ini maka kita akan mewariskannya dalam keadaan rusak ,Tega kah?????????????

Senin, 13 Oktober 2014

Cuaca

Kemarau yang sedang berlangsung tahun ini cukup panas walau belum menyamai kemarau tahun 1982 namun cukup membuat masyarakat cemas. dalam postingan ku ini aku mau bercerita tentang Kemarau di kampung pekandangan.
Tiga bulan sudah hujan tak kunjung turun,tanah nampak gersang lembah-lembah kering kerontang,sumur tempat warga mengambil air untuk minum sudah tak jernih lagi karna ember yang menciduk air sudah kandas mengenai tanah dasar sumur. mata air sudah tak menangis lagi untuk mengeluarkan airnya. satu satunya andalan Sungai Way Seputih itupun sudah surut, kalo di analisa dari titik batas normal sudah 50% nya hilang. kenapa dan apa penyebab hilangnya Debit Air Way Seputih?.................................Bersambung..
 

Kunjungan Camat Pubian

Camat Pubian Abidin.SE,MM beserta setap Kecamatan berkunjung ke Kampung Pekandangan dalam rangka Peresmian Jembatan Beton program PNPM.Mpd  tahun 2012 di perbatasan Rt.07 dengan Rt.08 Dusun 03 Way kijang

Dari kiri ke Kanan
Bp. Ahmin Bunyamin Kepala Kampung Pekandangan
Bp. Abidin.SE,MM  Camat Pubian
Ibu Rinia Pujaan  PJOK Kecamatan
Ibu Haryati Pokja PKK Kecamatan
Bp. Saleh  Sekcam
Bp. Mustarjo Bendaharan Kecamatan